Friday, January 18, 2013

[CURHAT] OH, THE THINGS THAT I REGRET!


Bismillahirrahmanirrahim..

I wonder, is there anyone without any regrets in this world? Is there anyone who lives fully and never chose something that turned out to be the thing not to be chosen? Is there anyone who makes the right choices and deeds without the need to fall down to their knees and cry for the wrong ones?

Clearly, I’m not one of those.

I regret of the times that I do not hold ISLAM firmly in my heart.
I regret the deeds I did for the sake of nafs and syaytan.
I regret the ignorance that I portrayed in the presence of a needing friend.
I regret paying attention to the things that brought me farther from Allah.

Oh, the things that I regret!

There was one time; I was given the chance to replenish the bond that had been far taken apart. I could see that I should be there, I should forgive, and I should forget… But I didn’t. I ran away, while covering my ears to the cries of help. I smirked at the sight, glee at the scene of the crime. I presented myself only as an actress, and a good one I bet, that I was only given smiles and hugs for all the lies that I gracefully played on stage.

How stupid I was. How ignorant. A fool!

Now, the chance had been taken away. Should I cry? Rains of tears had fell and dried uncountable times, that I fear tears of blood will be the only price to pay. Should I scream? Who will ever hear my screams of sadness and repentance in my heart, and do I dare to tell? This memory will never fade as long as I breathe, as I will not let myself forget.  Never.

Firman Allah: “Katakanlah wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(As-Zumar: 53)

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai.”
(At-Tahrim: 8)

I fell to my knees, crying for help from Him the Almighty. I have forgotten my place, I have forgotten my duties, and I have forgotten my responsibilities. I’m sorry that it takes such a huge event to open my eyes, oh what a price to pay! I didn’t even get a last kiss of goodbye…

I vowed myself that I will not repeat the same mistakes again. I will tear my mask, and portray only the things that come from my heart. Never again will I hurt, while enjoying the blessings that I should have shared. Fear must not overcome me, for I must do what is right!

Today, I am again reminded of this, and therefore should I be. That is why I’m writing this, to remind you too, not only me, to embrace the moment and make the right choices, fillah. If you are afraid of the change, and if you are scared of the eyes that might see, remember that Allah is always there. Allah is your master. And Allah is the only one that you should please.

“If Allah should aid you, no one can overcome you; but if He should forsake you, who is there that can aid you after Him? And upon Allah let the believers rely.”
(Al Imraan, 3:160)

There might not be a second chance.

Grab it, while you still can. Hug those dear to you tightly, for they might drift away in the strong current of dunya. Do not make the same mistakes. Do not be the same fool.

I am trying my best to make the best of everything that I can. I might tumble along the way, and limping for the rest. Ya Allah, please help this humble servant to do her deeds dutifully without any excuses. Astaghfirullah… Astaghfirullah…


Monday, December 24, 2012

[PRODUCTIVITY] FILL YOUR TIME!!


Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamualaikum wrt.

Cuaca dingin yang makin mencengkam memang bisa membuatkan semua kaget untuk melangkah keluar walau setapak pun. Manakan tidak, jari-jemari akan mula hilang deria rasa, muka pula bak disuntik ‘botox’ rasanya. Pergerakan juga menjadi semakin lambat dan perlahan, apatah lagi dengan timbunan salji yang memenuhi perjalanan. Lebih selesa kalau duduk di dalam bilik bersama secawan minuman koko panas!

Tapi, banyak lagi yang perlu diselesaikan! Macam mana ni? Islam tidak mengajar kita untuk terus bergulung di dalam selimut, membuang masa tanpa berbuat apa-apa. Namun pernahkah anda mendengar kisah seorang sahabat:

Seorang sahabat Nabi bernama Hanzalah mengadu kepada Nabi dengan berkata: “Wahai Nabi, sesungguhnya Hanzalah telah menjadi munafiq”. Nabi berkata: “Apa maksudmu?” Kata Hanzalah: “Apabila kami berada bersama Kamu, kami ingat kepada Akhirat, tetapi apabila kami pulang bersama keluarga, anak-anak, dan harta kami, kami banyak lupa”. Sabda Nabi: “Demi Allah yang diriku dalam kekuasaanNya, kalau kamu terus kekal seperti hal kamu ketika bersamaku, nescaya malaikat akan berjabat tangan dengan kamu di bilik kamu dan jalan-jalan. Tetapi Hanzalah, ada masa-masanya”.

-Riwayat Imam Muslim 

Tidak ada salahnya untuk kita berehat sebentar, namun biarlah rehatnya kita itu tetap mengikut landasan dan syariatnya! Bukankah lebih baik jikalau hobi yang dilakukan pada waktu senggang dapat juga memberikan kita satu pencapaian dan kejayaan dalam bidang baru, berbanding hobi yang hanya akan memakan masa dan tenaga kita semata-mata? Ini barulah dikatakan ‘sambil menyelam, minum air’, ataupun pepatah yang lebih popular, ‘Killing two birds with one stone’. Kerehatan itu kita dapat, bersama manfaatnya juga!

Jadi di sini ingin saya kongsikan beberapa hobi yang dapat mencapai misi ini, insyaAllah dengan izinNya.

1) Membaca


“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah beku;
Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah;
Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan;
Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(Surah AlAlaq, 96 : 1-5)

Wahyu pertama yang diturunkan turut menggesa umatnya untuk membaca dan menuntut ilmu. Iqra’! Malangnya, kebanyakan dari kalangan kita masih malas membaca. Tidak, bukan buku-buku medic yang saya maksudkan… Tetapi buku-buku yang bisa menambahkan pengetahuan dan meluaskan bidang pemikiran. Kita punya impian untuk ‘think out of the box’, namun tanpa mengintai ke alam lain yang berada di luar sana, macam mana kita hendak capai impian ini? Salah satu jendelanya adalah melalui buku-buku, majalah-majalah, bahkan penulisan yang dapat membawa kita menyelami pelbagai situasi dan kondisi yang tidak dapat dirasai tanpa mengamati satu demi satu perkataan yang tercetak. Setiap orang ada jenis penulisan yang diminati, jadi saya tidak menghadkan kepada satu-satu tajuk mahupun pengarang. Namun di sini ingin saya selitkan beberapa cadangan:

·         AlQuran – sepatutnya menjadi buku ‘favourite’ kita pada waktu lapang, untuk ditadabbur dan diteladani setiap daripada ayatNya. Siapa yang akan jemu membelek kembali surat-surat daripada kekasihnya?
·         Majalah JOM! – Penuh dengan ilmu, informasi-informasi dan peringatan yang amat berguna. Boleh juga dijadikan rujukan untuk bulatan gembira anda!
·         Novel islamik – Bacaan ringan, menghanyutkan minda di dalam alam islami yang ideal.

2) Blogging


Saya percaya ramai diantara kita yang sudah pun mempunyai blog sendiri. Bagi yang belum, mungkin inilah masanya untuk bermula! Setiap orang mempunyai sebab tersendiri untuk menulis blog, misalnya untuk menceritakan pengalaman hidup di perantauan, untuk menghantar berita kepada keluarga, sebagai journal kehidupan, untuk memerikan pesanan dan peringatan, bahkan ada juga yang membuka blog untuk mempromosikan barang-barang perniagaan mahupun mempamerkan koleksi-koleksi fotografi yang kreatif. Tanpa disedari, sebenarnya dengan blogging juga anda akan lebih menjadi tech-savvy: belajar bagaimana hendak memuatnaikkan gambar, menukar ‘theme’, dan sebagainya. Disamping itu, anda juga akan menambah kenalan yang mempunyai minat dalam bidang yang sama dan dapat berkongsi idea untuk terus maju dalam bidang yang anda minati.

3) Menulis journal.


Bahan yang diperlukan hanyalah sebatang pen dan kertas. Selebihnya, biarlah minda dan tangan anda melakukan peranannya. Jangan hadkan penulisan anda dengan hanya membuat karangan, jadilah lebih kreatif! Anda bebas untuk menghias, melekat gambar, membuat ‘doodle’, dan sebagainya. Curahkan sahaja apa-apa yang terlintas di minda anda! Mungkin sesuatu yang menarik yang menyentuh hati daripada perkongsian di dalam bulatan gembira, ataupun puisi-puisi yang terlintas di minda setelah mentadabbur alam sambil berjogging sekejap tadi. Dengan ini, anda akan dapat mengenali diri anda dengan lebih mendalam,  bahkan boleh membuat analisa perkembangan diri anda sendiri! Untuk menjadikan aktiviti ini lebih menarik, boleh juga ajak rakan-rakan untuk menulis di dalam journal bersama.

Pastikan anda telah siap semua kerja rumah dahulu ya! Andai kata anda ingin mencari hobi-hobi lain yang bermanfaat juga, bolehlah layari http://productivemuslim.com/21-productivemuslim-hobbies-part-1/. Selamat memulakan hobi baru!

Wallahua’lam.

Monday, October 15, 2012

[CURHAT] MONOLOG DIRI


Bismillahirrahmanirrahim…

الم * أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
”Alif Laam Miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” [QS. Al-Ankabuut : 1-3]

Setiap detik yang berlalu, setiap perkara yang berlaku, pasti ada hikmahnya. PASTI.

Thursday, August 16, 2012

[POST] AYUH!


Bismillahirrahmanirrahim…

“Berlalulah sudah Ramadhan
Sebulan berpuasa
Tiba Syawal kita rayakan
Dengan rasa gembira
Anak muda di rantauan
Semuanya pulang ke desa
Ibu dan ayah keriangan
Bersyukur tak terkira

Bertukar senyuman dan salam
Ziarah-menziarahi
Tutur dan kata yang sopan
Saling memaafi
Suasana Hari Raya
Walau di mana pun jua
Memberikan ketenangan
Dan mententeramkan jiwa”

– Suasana Hari Raya, Anuar Zain dan Elina.


Saturday, July 21, 2012

[POST] PISANG GORENG PANAS


Fuhhhh... seronoknya tengok rakan-rakan berjalan sana-sini menikmati cuti musim panas ni. Oopss! Bukan musim panas je yang best, berita-berita panas pun makin banyak bertebaran ke sana ke mari macam pisang goreng panas! Maklumlah, cuti-cuti ni ramai kawan yang free untuk bergossip di kedai kopi!

Rasulullah S.A.W bertanya para sahabat: “Adakah kamu tahu apa makna mengumpat?”
 Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
 Rasulullah S.A.W menjelaskan yang bermaksud: “Kamu menyebut sesuatu tentang saudaramu yang ia benci.”
 Sahabat bertanya: “Sekiranya apa yang saya sebutkan itu benar-benar wujud, adakah dikira mengumpat juga?”
 Rasulullah S.A.W menerangkan: “ Sekiranya apa yang kamu sebut itu benar wujud berlaku, maka kamu dikira mengumpat. Dan sekiranya apa yang kamu sebut itu tidak benar, maka kamu dikira telah memfitnahnya.”
 (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Mengumpat diibaratkan bagai memamah daging saudara sendiri. Eeee... takkan tak jijik? Selama ni kita penat menjaga diet dengan memilih makanan yang baik-baik, tiba-tiba makan sesuatu yang kotor. Astaghfirullah, kadang-kadang terlepas juga satu dua daripada mulut ini sendiri. Namun Allah yang Maha Pengasih turut menyebut bahawa pintu taubat tetap terbuka di dalam ayat:

“...dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani.”
(Al-Hujuraat ayat 12)

Macam mana pula kalau anda adalah salah seorang daripada mangsa umpatan?

"Dan jika kamu membalas kejahatan (pihak lawan), maka hendaklah kamu membalas dengan kejahatan yang sama seperti yang telah ditimpakan kepada kamu, dan jika kamu bersabar, (maka) sesungguhnya yang demikian itu adalah lebih baik bagi orang- orang yang sabar. "
( An-Nahl : 126 )

Adalah lebih baik untuk kita bersabar dan memaafkan mereka. Apalah gunanya menyimpan dendam? Diri kita sendiri juga yang akan merana di pengakhiran nanti. InsyaAllah dengan memberikan kemaafan, kita juga akan menjadi lebih tenang dan tenteram.

Di sini ingin saya kongsikan beberapa tips untuk mengelak diri daripada mengumpat:

1.       Banyak mengingati Allah.
2.       Ingatlah keburukan diri sendiri.
3.       Ikuti umpatan yang didengari dengan doa ikhlas.
4.       Berwudhu’ dan berkumur-kumur sambil berdoa agar dijauhkan daripada dosa mengumpat.
5.       Sumbatkan telinga anda. Dengarlah alunan nasyid mahupun bacaam ayat-ayat al-Quran, paling tidak pun... lagu-lagu supaya telinga kita tidak dicemari dengan umpatan-umpatan.
6.       Bayangkan diri anda berada di tempat individu yang sedang diumpatkan. Mesti  rasa sedih dan geram! Begitu juga perasaan si dia... Jadi, janganlah mengumpat, andai anda sendiri tidak ingin diumpatkan...

Lidah tidak bertulang. Jadi memang susah untuk menahan diri daripada bercerita mengenai berita-berita ‘hot’ yang meliar. Tapi ingat, practice makes perfect. Hal ini tidak mustahil, namun memerlukan latihan yang berterusan. Marilah kita bersama-sama berusaha untuk menjaga percakapan kita bermula daripada saat ini. InsyaAllah, mudah-mudahan mendapat pertolongan daripadaNya.

Wallahua’lam.
A.H.

Thursday, June 21, 2012

[POST] BERJAYA BERSAMA


Bismillahirrahmanirrahim,

Tarik nafas, dan hembus.  Lelah juga kalau asyik mengadap buku 24/7. Belajar pun belajarlah juga, namun tidak dilupakan, amalan-amalan yang biasa dilakukan harus terus dibuat! Andai tidak dapat ditambah bilangannya, biarlah makin meninggi kualitinya.

Oh, tidak lupa buat senior-senior yang sudah pun ‘merdeka’, tahniah buat doktor-doktor hebat kita ini. Harapannya, akan bertambah lagi doktor muslim yang berkualiti, yang bisa membuka mata dan hati ummah di Malaysia tentang keindahan Islam. InsyaAllah.

Bagi adik-adik yang lain(termasuk diriku jua), suasana peperiksaan masih menyelubungi kita semua siang dan malam. Ada yang suka menyendiri, untuk lebih fokus agaknya. Ada yang lebih selesa belajar secara berkumpulan, mungkin untuk mengelakkan rasa mengantuk disamping membuahkan perbincangan yang mantap. Pastinya, semua tengah serabut untuk memasukkan semua ilmu untuk berhadapan dengan para pemeriksa nanti.

Ditambah lagi dengan keadaan cuaca musim panas yang makin mengganas, memang merimaskan!!!

Tapi, serimas mana pun kita, seserabut mana pun, tujuan kita hanyalah satu: KEJAYAAN(dan juga mengecapi keredhaan Allah!)

Mungkin ada yang tidak perasan, atau buat-buat tidak tahu, perangai kita pun sedikit sebanyak berubah di saat yang genting ini. Rasa cemburu, perasaan ingin menang mengaburi mata kita dek persaingan yang wujud. Namun, sebagai sorang muslim, patutkah kita mengabaikan rakan-rakan yang lain dan maju ke hadapan seorang diri? Itu kedekut ilmu namanya! Astaghfirullah… Minta maaf ya sahabat sekalian, andai diri ini pernah begini…

Allah swt telah berfirman,

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 (Surah AtTaubah, 9:71)

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
 (Surah AlAnfal, 8:74)

Sebagai saudara semuslim, kita mempunyai tanggungjawab terhadap saudara kita sendiri. Bukan setakat tanggungjawab terhadap saudara yang miskin, bukan setakat tanggungjawab terhadap saudara yang sedang berjihad menegakkan Islam, kita turut mempunyai tanggungjawab untuk membantu saudara kita yang berada di sebelah kita sahaja ini!!

Cuba lihat perkiraan yang berikut, molek sangat rasanya kalau hendak dianalogikan dengan kisah interaksi antara ubat (changes in pharmacodynamics):

1+1=2
Satu ubat yang dicampur pengambilannya dengan satu ubat yang lain membuahkan hasil yang lebih baik berbanding penggunaan satu ubat sahaja, sesuai dengan keupayaan setiap ubat tersebut. (Anda membantu kawan anda belajar, kedua-duanya akan berjaya dengan cemerlang dalam peperiksaan, insyaAllah.)

1+1>2
Wah, ini lagi hebat! Dua ubat digunakan sekali, tetapi kesannya lebih daripada jangkauan keupayaan ubat-ubat itu sendiri! Inilah yang dinamakan sinergi.
(Anda membantu rakan anda, hasilnya kalian menjadi doktor terhebat di Malaysia setelah graduasi nanti ;])

0+1=1
Satu ubat yang tidak boleh memberikan kesan tanpa ada interaksi dengan ubat yang lain. (Bukan bermaksud lemah, namun ada juga rakan-rakan kita yang memerlukan booster daripada insan hebat seperti anda!)

Amalinya tidak susah, rajin-rajinkanlah diri menanyakan khabar sahabat-sahabat kita. Perlukan nota? Hulurkan. Ada yang tidak faham? Terangkan. Ada perselisihan pendapat? Bincangkan. Hilangnya motivasi? Sama-sama naikkan!  InsyaAllah, semua ini akan membuahkan hasil yang baik buat sahabat anda dan diri anda sendiri.

“Men learn while they teach.” - Lucius A. Seneca
“When one teaches, two learn.” - Robert Half

Semoga api-api jihad di medan ilmu ini masih marak, menghidupkan hati untuk terus mempelajari ilmu-ilmunya yang andai dibentangkan semuanya lebih luas daripada luasnya lautan. Setitik cuma yang ada pada kita ini pun, dah begitu banyak rasanya. InsyaAllah, sama-sama kita doakan kejayaan kita, dan moga-moga ilmu kita ini diberkati dan diredhaiNya. Amin.

Wallahua’lam.

-A.H.-

Wednesday, May 16, 2012

[POST] MUJAHIDIN YANG ALPA


Bismillahirrahmanirrahim...

MUJAHIDIN YANG ALPA
Keringat-keringat pejuang kebebasan,
Menitis ke bumi, membasahi perjuangan,
Tiada beza lagi dengan tangisan sedu sedan
Anak-anak pejuang keamanan,
Menanti pulangnya mereka bersama kemenangan,
Menegakkan keadilan, membasmi penindasan.

Namun kita sendiri,
Bagaikan tidak mengerti,
Terlalu asyik mengikut kata hati,
Mata dibutakan, telinga menjadi tuli.